silakan mencariiii....^_^

tentangku

Foto saya
ayum.24 years old.happy woman.happy wife.happy mom..:)

titian langkah sahabat

  • Baju Artis - Aku : “ Be, baju batiknya nggak ada yang gede. Adanya kecil semua”. Bapak: “Aku pengennya baju batik koko lengan pendek itu lho”. Aku: “ Koko batik? Emang ...
  • - Kepada Yth Pengunjung Blog Hamasah, Insyaallah tulisan-tulisan di blog ini dan tulisan saya berikutnya bisa dibaca juga di rumah baru, blog baru kami denga...
  • LAMA KEMBALI - HUuuuuuaaa..... sangat rindu menulis lagi di sini,, nantikan tulisan ku selanjutnya ya,,, *sok d tunggu* hhahaha see u...
  • belajar jadi kreatif - hehehhee.. bosen jadi pengangguran (selama belum dapet kerja), iseng2 pergi main ke pasar blingharjo jogja dan mampir ke toko pernak pernik namanya petra....
  • welcome back - hhhhhhaaa....ini bingung....saya lupa paswordnya tapi kog isa masuk?dong.dong...hhe gmn asalnya??hhee.. but,,,saya senang,,,,hehehe... WELCOME BACK TO MY ...
  • "diLema cinta" by ungu - *seberapa salahkah diriku* *hingga kau sakiti aku, begitu menusukku* *inikah caramu membalas* *aku yang selalu ada saat kau terluka* Read more »

live traffic feed

hai there


ShoutMix chat widget

jam berapa niih..

sekarang tanggal.......

online..online..

yuk mariiiiiiii......

sekedar berbagi cerita...tentang hal yang penting sampai yang gak penting...

Popular Posts

Senin, 31 Januari 2011

Sang Mantan Miliarder


Postingan ini copast dari postingan mba Fitri Caria di fb, tentunya setelah minta ijin share sama mba fitri..
Very inspiring...:)


Sriyono Yo Pink, Sang Mantan Miliarder
Sriyono Yo Pink, Sang Mantan Miliarder yang kini hanya Penjual Siomay Keliling. Perjalanan hidup manusia memang tidak dapat diprediksi. Contohnya adalah Sriyono, dulu dia pernah menjadi miliarder, namun saat ini hanya pria yang berjualan siomay keliling. Namun, ada sisi menarik dari kehidupan pria ini yang jarang ditemui pada setiap orang. Dan berkat berkat penampilannya yang eksentrik dan unik saat berjualan siomay keliling, predikat miliarder itu tampaknya bakal kembali disandangnya.

Menjadi penjual siomay keliling dengan pakaian dan aksesori serba pink membuat Sriyono terkenal, dan anehnya justru penjual siomay ini pertama kali terkenal adalah di dunia maya. Mantan miliarder itu juga pernah menjadi bintang tamu di sebuah stasiun televisi. Bahkan, ada yang menawari bermain sinetron. Semua itu dia lakukan demi bisa bertemu anaknya. Kebanyakan warga di rute jualan Sriyono di kawasan kelas menengah ke atas di Jalan Gandaria Tengah, Jakarta Selatan, tidak ada orang yang tahu namanya (Sriyono). namun, coba saja sebut Siomay Pink (barang dagangan Sriyono), maka hampir semua akan mengenali pria ini, mulai dari sopir bemo, satpam, tukang ojek, hingga anak-anak.

Siomay Pink juga menjadi identitas pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu di dunia maya. Google menyebut 83.500 hasil yang merujuk pada usaha siomay yang dijalankan Sriyono sambil berkeliling di atas sepeda pink. Mungkin sekarang lebih banyak lagi, karena ketambahan postingan ini. Sriyono menjadi topik hangat di kalangan komunitas entrepreneur. Sebab, selain berjualan dengan kostum dan perlengkapan mencolok serba pink, kegigihannya dalam berwirausaha menjadi inspirasi tersendiri.

"Mungkin karena saya dianggap nyentrik. Itu saja. Tapi, entahlah, saya nikmati saja momen-momen ini," ujarnya sambil melayani pelanggan. Dia pun meracik bumbu siomay dari panci pink yang terikat di belakang sepeda pink yang telah dimodifikasi dengan sejumlah kotak kayu yang juga berwarna pink. Di depan sepeda itu terdapat dua keranjang pink dengan dua teddy bear pink terduduk di dalamnya.

Sriyono juga mengenakan kaus pink, bercelana pendek pink, topi pink, serta jam dan bahkan anting pink Namun, di balik penampilan nyentrik itu, tersimpan kisah perjuangan hidup yang cukup berliku.

Kisah sukses usaha Sriyono dimulai sejak tahun 1969 ketika pria kelahiran Klaten, 21 Juli 1954, tersebut merantau ke Jakarta untuk menjadi sales mobil. Ketika itu, tiba-tiba saja dia sangat gemar pada siomay dan memutuskan untuk belajar cara membuat makanan itu. Dia lantas berguru pada seorang keturunan Tiongkok asal Pulau Bangka. Dialah yang mengajari Sriyono membuat siomay. Setahun penuh Sriyono bekerja tanpa digaji untuk mendapatkan resep rahasia sang penjual siomay itu. Beberapa tahun kemudian, sang guru meninggal dan mewariskan usaha Siomay kepada Sriyono. Pada 1980-an, Sriyono memberanikan diri memulai usaha siomay keliling di Jakarta dengan modal patungan dengan beberapa teman.

Berbagai cara ditempuh untuk membesarkan usaha tersebut. Mulai membikin armada siomay sepeda keliling sampai mendirikan warung-warung kecil. Puncak sukses diraih pada 1996 ketika dirinya berhasil membuat outlet di salah satu mal elite di ibu kota, yakni Plaza Senayan.

Sriyono adalah pendiri dan pemilik outlet Siomay Senayan dengan beberapa cabang. Pendapatan bisnisnya ketika itu mencapai Rp 2 miliar per tahun. Dia menikmati sukses berjualan siomay dengan berstatus bujangan. Sriyono mengenang, tinggal di ibu kota dengan duit melimpah ketika itu bagai hidup di surga.

Bahkan, bisnis siomaynya sangat kuat sehingga saat krisis moneter 1998 menerpa, modalnya tidak berkurang. Ia justru masih bisa mendirikan outlet di beberapa tempat lain. April 1999, Sriyono memutuskan untuk mengakhiri masa lajang dan menikahi putri seorang polisi. Sayangnya Pernikahan ini tidak direstui oleh orang tua sang istri. Dan kemudian pernikahan ini menjadi bom waktu bagi kehidupan Sriyono. Pertengkaran demi pertengkaran pun terus muncul sehingga konsentrasi Sriyono pada bisnisnya mulai berkurang.

Ketika itu, dia menjadi satu-satunya pengusaha siomay yang meneken kontrak dengan gerai waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC). Dia menyuplai siomay di puluhan gerai KFC di Jakarta yang ketika itu memiliki menu khusus siomay.

Namun, persoalan rumah tangga yang tak kunjung selesai pelan-pelan membuat manajemen bisnisnya kolaps. Akhirnya, Sriyono terpaksa menjual hak paten Siomay Senayan dan usahanya pun gulung tikar. Awal 2004, setelah 4 tahun 7 bulan berumah tangga dan dikarunia dua anak, yakni Peksi Safira Miradalita (kini 11 tahun) dan Pramesti Dewi Angelita (kini 10 tahun), sang istri menggugat cerai Sriyono. "Saya ingat, (saat itu) hanya baju yang melekat di badan yang saya miliki," kenangnya sambil menerawang.

Setelah perceraian, sang istri kemudian mengasingkan diri dan membawa serta dua anak Sriyono. Sejak itu dia pun tidak pernah lagi bertemu dua buah hatinya. Dalam kondisi bangkrut, Sriyono sempat ditampung mantan rekan-rekan bisnisnya.

Dia pun sempat mendapat bantuan modal dan berusaha merintis lagi usaha siomay kelilingnya mulai nol dengan konsep awal, yakni belasan armada siomay keliling. Tapi, pada 2008, usaha itu lagi-lagi bangkrut. "Saya selalu ingat anak saya dan rindu yang tidak tertahan membuat saya sulit berkonsentrasi," katanya. Kegagalan kali ini membuat Sriyono tertekan.

Dia pun memilih menjadi gelandangan dan tinggal di jalanan kota-kota Jakarta. Tiap malam, dia tidur berpindah-pindah, dari halte bus ke kolong jembatan dan dari pinggir jalan ke masjid-masjid. Hingga 2009, Sriyono memilih menetap di Masjid Al Bina di kawasan Senayan.

Setelah beberapa minggu tinggal di sana, tiba-tiba dia mendapat bantuan modal dari seorang jamaah pengajian yang mengetahui latar belakang dirinya sebagai pengusaha siomay. "Waktu itu saya diberi modal Rp 1 juta untuk memulai bisnis lagi," katanya.

Awal 2010, Sriyono pun sudah memiliki gerai siomay di mal Pasaraya Blok M yang bernama Siomay Maestro. Namun, lagi-lagi karena tinggal kesepian dan rindu kepada dua buah hatinya, konsentrasinya dalam berbisnis terganggu. Dia pun kembali bangkrut. Sampai saat ini, Sriyono masih punya hutang pada pihak manajemen Pasaraya Rp 13 juta.

Di ambang keputusasaan, sebulan menjelang bulan puasa 2010, dia memutar otak dan mendapat ide brilian. Yakni, kembali memulai usaha siomay keliling, tapi dengan tampilan yang eksentrik.

Diharapkan, ketika dia menjadi eksentrik, sang anak akan mengetahui dan dirinya dapat bersua dua buah hatinya setelah lima tahun berpisah tanpa kabar itu. Sriyono pun memutuskan mengenakan warna pink sebagai seragam berjualan. Pernak-pernik pink pun dikenakan untuk berdagang keliling.

Dia juga berusaha tampil di setiap momentum di mana publik Jakarta banyak yang berkumpul. Sriyono akhirnya dijuluki "maskot" dalam even Hari Bebas Kendaraan alias Car Free Day yang diberlakukan sebulan sekali di jalan protokol Jakarta. "Semakin banyak orang yang kenal saya, kesempatan untuk bertemu kembali dengan anak saya semakin besar," katanya.

Tapi, usaha tampil nyeleneh itu tidak semudah yang dia bayangkan. Setiap hari, bahkan sampai sekarang, Sriyono harus rela menjadi bahan ejekan orang-orang yang lewat. Tak jarang perkataan mereka sangat pedas dan menusuk hati. Tak sedikit yang mengira Sriyono adalah seorang waria yang nyambi berjualan siomay saat siang dan "berpraktik"’ saat malam.

Tapi, demi menemukan sang anak, hinaan dan cacian itu ditanggapi dengan senyum dan hati ikhlas. Bahkan, kini dia sudah memiliki 34 kaus pink, 18 pasang sandal pink, 12 topi pink, 3 jam pink, 3 pasang kacamata pink, kalung pink braces, anting-anting pink, dan tiga pasang sepatu pink.

Upaya tampil eksentrik itu membuahkan hasil ketika dirinya muncul sebagai topik di Twitter dan BlackBerry Messenger. Popularitasnya menanjak ketika kisah usahanya dipublikasikan di situs kaskus.us. Pertengahan Desember 2010, sebuah koran berbahasa Inggris di Jakarta memuat foto Sriyono dengan full aksesori pink. Hasilnya, pekan lalu, awal Januari 2010, sebuah televisi nasional berhasil mempertemukan Sriyono dengan sang anak.

"Waktu itu, rasa senangnya tak terhingga. Saya bersyukur mereka mengakui saya sebagai bapak, walaupun mereka memiliki ayah tiri warga Inggris yang kaya," ujarnya, kali ini sambil terisak.

Tampil di televisi online mendatangkan keuntungan bagi usaha Sriyono. Dalam dua pekan terakhir, omzet berjualan keliling yang biasanya hanya Rp 200 ribu per hari naik lima kali lipat menjadi Rp 1 juta per hari. Banyak pesanan dalam jumlah besar sehingga pendapatan berjualan berkeliling terdongkrak. Sejak pekan lalu, seorang pengusaha getol menawari Sriyono untuk membuka franchise siomay Yo Pink di beberapa lokasi di Jakarta.

Dia juga mendapat tawaran untuk bermain sinetron. Rundown jadwal casting oleh sebuah rumah produksi juga sudah di tangannya. Lalu, apa yang akan dilakukan sekarang? Sriyono menyatakan, dirinya masih berencana meneruskan usaha berjualan dan akan membuka warung kecil di Jalan Otto Iskandar Muda, Jakarta. Dia fokus meraih sukses lagi dengan Siomay Yo Pink itu.

"Saya ingin anak saya bangga dengan bapaknya si penjual siomay berkaus pink ini. Saya akan bangkit demi putri-putri saya," ujarnya lantas tersenyum.
Kini beliau tinggal sendiri di kost'an daerah Bintaro.
Beliau bilang "alhamdulillah siomay saya selalu habis terjual. tadi saja habis terjual semua, dapet Rp 2.000.000; . ya saya bersyukur, Allah selalu memberikan kemudahan dibalik cobaan kepada saya" .
wiihh keren banget ga tuh, hanya dengan waktu 2jam , beliau bisa dapat uang 2juta . gaji sbulan orang kantoran tuh , jadi tukang siomay ajah yuk daripada capek2 kerja? hehehehe..
Sabtu, 22 Januari 2011

bismillah

Ketika Tuhan mengambil sesuatu dari genggamanmu, Dia tak menghukummu..
namun hanya membuka tangan dan hatimu
untuk menerima yang lebih baik..:)


status fb temen SD saya, Okki, semalam..
dan baca status itu bikin saya semakin mensyukuri semua yang telah terjadi di hidup saya..:)
semua luka dan semua sedih ujungnya ditukar dengan senyuman olehNya..
entah satu bulan kemudian, 2bulan kemudian, 1tahun kemudian, 3tahun kemudian..ato entah kapan di waktu yang menurutnya sudah tepat..

seperti yang terjadi saat ini..
untuk sekian kalinya saya gagal (yah sebut saja kehilangan kesempatan) dlm mencari kerja..alias gak lolos ke tahap berikutnya...kekekeke...
seperti yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya...kemarin2 saya sempat bertanya "Ya Alloh saya kapan?" dan juga "Ya Alloh , apa yang Kau rencanakan untuk saya?"
dan sekarang secara perlahan saya mengerti kenapa saya di gariskannya seperti itu..dan saya sangat sangat sangat mensyukurinya..\(^_^)/

yang pasti saya yakin, Dia sedang menuntun saya menuju cita2 terbesar saya...
"..Ya Alloh cita-cita terbesar saya adalah sy ingin menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak2 saya kelak..jika saya Engkau beri kesempatan bekerja, berilah saya pekerjaan yang tidak membuat saya kehilangan waktu dan perhatian untuk suami dan anak2 saya.."

Bismillah.....

Sabtu, 01 Januari 2011

^^..2011..^^


^_^..selamat datang 2011..^_^

jeder jeder duoooorrr.....jeder jeder duoooor....jeder jeder duooooorrrr...
**pura2nya suara kembang api..:p**

harapan buat blog ini :
semoga bisa mosting yang lebih penting...hahaha...
eh tapi gapapa ding yaaa...karena tiap orang punya cara untuk mengekspresikan setiap langkah dalam hidupnya dengan caranya sendiri2....jiaaaahhhhhhh....

beginilah adanya
^^^^^^^^^^^titianlangkahku^^^^^^^^^^^
semuanya berproses....
hal yang besar selalu dimulai dari hal yang kecil
yang terpenting adalah bagaimana untuk terus belajar, berusaha, berdo'a dan tawakal

ps :
saya suka balasan sms dari sahabat saya adisti pagi ini
"selamat tahun baru jugaaa.. semoga kita masih akan menuliskan kisah kita bersama di tahun ini"

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^